Langsung ke konten utama

Revitalisasi Kawasam Kampung Beting Kota Pontianak (Halaman Mesjid Jami)



PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA BERBASIS MASYARAKAT
“KAWASAN KERAJAAN KAMPUNG BETING MESJID JAMI DAN KERATON KADARIAH KOTA PONTIANAK”



Wisata merupakan kegiatan yang bersifat bersenang-senang (leisure) yang ditandai  dengan mengeluarkan uang atau melakukan kegiatan yang sifatnya konsumtif. (Heriwan:2004). Wisata biasanya dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan lokasi yang dituju seperti wisata sejarah, wisata alam, wiata religi, dan wisata Pendidikan, yang diambil dari kasus ini adalah wisata alam dan wisata sejarah, dari kedua wisata ini saling berkaitan, dimana wisata sejarah melakukan kunjungan ke tempat peninggalan situs sejarah contohnya candi, museum, benteng, keraton, dan lainnya. Wisata alam adalah mengunjungi objek yang berbau alam seperti danau, gunung, sungai, air terjun, pantai, dan lainnya. Biasanya untuk suatu objek wisata memiliki 2 unsur ini.
Secara etimologis kata masyarakat berasal dari Bahasa arab, yaitu “musyarak” yang artinya hubungan interaksi, sehingga definisi masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang hidup bersama-sama di suatu tempat dan saling bersiteraksi dalam komunitas yang teratur. Menutur Ralp Linto masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dengan waktu yang cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskan secara jelas.
Kampung beting terletak di pusat kota Pontianak, tepatnya di kecamatan Pontianak Timur, dengan posisi yang berada di pertengahan kecamatan Pontianak Selatan dan kecamatan Pontianak Utara serta diapit oleh dua sungai besar yaitu sungai Kapuas dan sungai Landak. Kampung beting merupakan kampung yang dibangun di atas air, untuk menghubungkan antara rumah ke rumah menggunakan jembatan kayu atau masyarakat sekitar biasa menyebutnya gertak. Pasang surut permukaan air sangat mempengaruhi Kampung Beting ini, dikarena jika air pasang seakan-akan perumahan di Kampung Beting berada di atas air, namun jika air surut maka akan tampak tanah dibawahnya, tetapi ada juga daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan pinggiran sungai yang akan selalu terendam di permukaan air sungai, dikarenakan permukaan tanahnya lebih rendah dari pada permukaan air surut minimum. Luas Kawasan Kampung Beting secara total 15 ha, untuk penggunaan penggunaan lahan saat ini; perumahan 77%, Pendidikan 3%, industry 3%, perdagangan 2%, raung terbuka 15%. Kepadatan penduduk di Kampung Beting ini adalah 330 jiwa/ha dengan jumlah penduduk 4629.







      Kampung Beting termasuk dalam wilayah Kelurahan Bugis Dalam yang memiliki arti historis budaya dan religi yang tinggi, Kampung Beting merupakan awal mulanya peradaban di kota Pontianak, yang masih di jaga kelestarianya hingga saat ini. Di Kawasan kampung beting tedapat bangunan yang bersejarah yaitu Keraton Kadariah dan Mesjid Jami. Keraton Kadariah merupakan istana Kesultanan Pontianak yang dibangun pada tahun 1771 sampai 1778 masehi. Sayyid Syarif Abdurahman Alkadri adalah sultan pertama yang mendiami istana tersebut. Cikal bakal lahirnya kota Pontianak bermula dari Kraton Kadariah ini yang diawali dengan dentuman Meriam yang di bunyikan Syarif Alkadri, dan konon katanya suara Meriam tersebut untuk mengusir hantu kuntilanak, oleh karena itu nama kota Pontianak diambil dari kata kuntilanak, untuk bola Meriam tersebut jatuh tepat di kampung beting saat ini, itu lah awal mula berdirinya Keraton Kadariah dan kampung beting. Setelah berdirinya Kraton Kadariah dibangunlah masjid pertama di kota Pontianak yang letaknya tidak jauh dari Kraton Kadariah yang bernama Mesjid Jami. Mesjid Jami ini adalah masjid tertua di kota Pontianak. Masjid ini merupakan satu dari dua bangunan yang menjadi pertanda berdirinya kota Pontianak.

 Sekarang kampung beting di padang sebelah mata oleh punduduk kota Pontianak, stigma masyarakat terhadap kampung beting sangat negatif disebabkan segelintir masyarakat beting yang mempunyai kebiasaan buruk terhadap obat-obatan terlarang, sudah banyak para pelaku pengedar obat-obatan terlarang di sana, padahal kampung beting ini merupakan Kawasan awal mula berdirinya kota Pontianak dan merupakan wisata bersejarah, oleh karena itu kunjungan masyarakat kota Pontianak untuk ke Kraton Kadaria dan Mesjid Jami sekarang pun sudah sangat berkurang. Efek ini terkena pada masyarakat lainnya yang kebanyakan hanyalah masarakat biasa dengan mata pencarian pegawai negeri, pegawai swasta, dan  lainnya, yang paling mendapatkan efek negatif dari stigma masyarakat kota Pontianak terhadap kampung beting adalah yang bermata pencarian pelayanan jasa angkutan sungai dengan menggunakan sampan atau speed boat, karena usaha mereka tidak berlangsung dengan apa yang mereka inginkan, padahal mata pencarian ini sangat sesuai dengan letak dan keadaan geografi Kampung Beting, oleh sebab itu kampung beting harus mempunyai wadah untuk masyarakat kota Pontianak berwisata, baik berwisata sejarah maupun wisata alam, seperti wisata air.
Dari isu yang ada di kampung beting, desain yang akan dikembangkan adalah bagaimana membuat suatu Kawasan yang berbasis masyarakat dengan  mengingkatkan perekonomian sekitaran masyarakat tersebut dan mengubah sitigma masyarakat kota Pontianak terhadap kampung beting menjadi semakin positif dengan adanya wisata ini, desain yang diterapkan adalah dengan menyediakan wisata air yang sudah disiapkan oleh masyarakat kampung beting tersebut dan menyediakan kios-kios untuk masyarakat berjualan baik makanan maupun pernak-pernik khas kota Pontianak, selain itu menyediakan tempat bilas untuk masyarakat yang menggunakan wahana air yang sudah disediakan, juga menata ulang lanskap yang ada di tepian sungai Kapuas agar menjadi daya tarik ke dua untuk masyarakat kota Pontianak datang ke kampung beting ini.

Desain yang akan dirancang adalah daerah kampung beting bagian halaman masjid jami. Beberapa bentuk desain yang akan dirancang yaitu landskap, area Meriam, wisata air, kios jualan warga setempat, dan fasilitas penunjang. Landskap pada desain di kampong beting menggunakan tanaman produktif yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, juga ditanam oleh masyarakat sekitar seperti terong, cabai, tomat, dan kacang Panjang. Untuk pohon yang digunakan yaitu pohon manga, pohon jambu, pohon rambutan, dan pohon sawo. Area meriam karbit adalah ruang yang digunakan untuk meriam karbit diletakan, Meriam karbit merupakan budaya khas kota Pontianak, dimana Meriam karbit ini dari tahun ke tahun selalu di rayakan saat malam idul fitri di kota Pontianak, tepatnya di tepian sungai Kapuas, jadi nantinya Meriam karbit ini tidak hanya dimainkan pada saat malam idul fitri saja, tetapi bisa setiap saat jika wisatawan ingin mencobanya.
Wisata air yang dimaksud berupa sampan, kano, dan perjalanan wisata menggunakan kapal bandong, sampan yang dimaksud adalah sampan kecil yang dibuat masyarakat yang nantinya akan disewa dengan para wisatawan, baik mengunakan batuan pengemudi sampan, atau mengemudikan sampan sendiri. Kano yang dimaksud adalah sampan yang biasanya digunakan untuk berlolahraga atau bisa di sebut juga kayak, kano dapat digunakan satu orang saja, dan biasanya dimainkan berkelompok. Kapal bandong adalah kapal kecil yang bertingkat untuk wisatawan yang ini berkelili di sungai Kapuas, biasanya kapasitas untuk kapal bandong ini lebih dari 30 orang, kapal bandong ini sudah berjalan selama 2 tahun terakhir, tetapi untuk menaiki kapal bandong ini hanya bisa dari Taman Alun Kapuas, diharapakan dengan adanya kapal bandong di kampung beting ini menjadikan pilihan ke 2 untuk masyarakat memanfaatkan wisata kapal bandong dari kampung beting, dengan tujuan agar tempat sejarah mulainya peradaban di kota Pontianak lebih dikunjungi lagi.
Kios wisata adalah kios yang nantinya akan dimanfaatkan oleh masyarakat kampung beting untuk berjualan baik makanan, minuman, hingga pernak perinik khas kota Pontianak, bentuk dari kios ini persegi dengan ukuran 9 m². Dengan adanya kios ini masyarakat kampung beting bisa mendapatkan tambahan berupa materi, dan nanti akan memajukan kampung beting tersebut.
Untuk fasilitas tambahan yang akan menunjang Kawasan ini berupa tempat bilas yang digunakan oleh pengunjung yang menggunakan wisata air kano atau kayak, toilet umum untuk pengunjung yang nantinya dikelolah oleh masyarakat Kampung Beting, pos keamanan, Receptive Tourist sebagai badan usaha yang mempersiapkan wisatawan datang atau bisa dibilang orang-orang yang akan mengarahkan di Kawasan tersebut (Tour Guide). Recreation and Sport sebagai sarana olahraga yang diperuntukan untuk wisatawan maupun warga sekitar, seperti lapangan volley pasir.
Tujuan dari desain yang sudah diterapkan di Kampung Beting ini, diharapkan akan memajukan masyarakat kampung beting itu sendiri dan juga mengenal masyarakat kota Pontianak akan pentingnya sejarah, merubah sitigma masyarakat kota Pontianak terhadap masyarakan Kampung Beting menjadi positif kembali, bahwasanya kampung beting adalah awal mulanya peradaban kota Pontianak di mulai. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Porto Folio Studio Perancangan

Konsep yang digunakan pada Landmark adalah MENYATU DENGAN ALAM, Landmark pada kawasan ini adalah proses dimana pengunjung mengalami pengalaman yang  terasa berbeda, di suguhkan dengan Geografinya jogja yaitu Pegungungan, Dataran Pantai.

Puncak Singkling

Jogja memiliki 3 hal yang penting tentang alamnya, yaitu Pegunungan, Kota Jogja( Dataran ), dan Tepian Pantai. Puncak yang terbenam atau dalam bahasa jawanya PUNCAK SINKING ini melambangkan ketiga hal tersebut dimana Puncak datar yang dapat melihat tepian pantai dengan penyelesaian Matahari yang terbenam.  Menciptakan sautu kawasan yang melambangkan Geografinya Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan tidak lupa memberikan unsur sejarah yang ada di area kawasan Goa Jepang. Memberikan sesuatu kesan yang mendalam bagi pengunjung lokal, maupun luar negri dengan suguhan tanaman produktif  yang dapat di Konsumsi dan dipelajari baik secara langsung maupun di tidak langsung. Menciptakan suatu lahan olahraga terkhusus Jogging Track bagi masyarakat lokal dimana dengan letak Site yang memili kontur yang sangat terasa membuat olahraga mejadi terasa berbeda.